pelanggan yang sedang mencari cari informasi produk disebut
PosisiPasar. Apabila segmentasi pasar telah dilakukan dan target marketnya telah diputuskan maka langkah selanjutnya adalah melakukan posisi pasar yaitu menentukan posisi produk tersebut pada benak kansumen. Dalam istilah marketing yang umum digunakan adalah positioning. Banyak definisi positioning diberikan oleh pakar marketing dengan versi dan model mereka masing-masing.
Buatpelanggan merasa puas dengan informasi dari produk yang kamu jajakan, supaya mereka tidak perlu bertanya lebih lanjut kepada kamu. 2. Berikan Harga di Bawah Pasar. Pada bisnis online shop, kamu akan memiliki saingan yaitu pedagang online lainnya. Pada situasi ini, kamu harus berlomba-lomba memberikan harga yang menarik bagi pelanggan.
Informasiinternal adalah sumber utama yang digunakan oleh sebagian besar konsumen pada sebagian besar waktunya dalam mencari informasi produk (pengambilan keputusan nominal dan terbatas). Namun, perhatikan bahwa informasi dalam memori jangka panjang awalnya diperoleh dari sumber eksternal.
1 Front of House: Agen Layanan Pelanggan mewakili perusahaan untuk prospek dan pelanggan yang sama. Cara mereka menggambarkan perusahaan akan membantu pelanggan dalam keputusan mereka untuk melakukan bisnis dengan perusahaan. Karena itu agen harus sopan dan informatif, dan juga menjawab pertanyaan dengan benar. 2.
Lebihlanjut Suryani (2008 : 159) mengemukakan bahwa sikap konsumen merupakan faktor psikologis penting yang perlu dipahami oleh pemasar karena sikap dianggap mempunyai korelasi yang positif dan kuat mengenai nilai informasi dan keputusan membeli, hal ini disebabkan karena konsumen yang suka atau bersikap positif terhadap suatu produk diperoleh
susunlah persamaan kuadrat yang akar akarnya 3 dan 4. Riset pasar adalah teknik yang biasa digunakan oleh para pebisnis untuk mengumpulkan dan menganalisis data atau informasi yang akan berguna bagi bisnisnya. Riset pasar penting untuk dilakukan sebelum menjalankan bisnis dan memasarkan produk secara meluas. Dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu, kamu sebagai pebisnis akan mengetahui apa produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan oleh mereka. Dulu jika ingin melakukan riset pasar maka artinya kamu harus menyiapkan banyak hal dan waktu untuk bertemu langsung dengan berbagai sumber untuk ditanyai. Seringnya riset pasar yang seperti ini membutuhkan biaya besar. Dengan kemajuan teknologi saat ini riset pasar sudah bisa dilakukan secara online melalui mesin pencari di internet, yang jauh lebih mudah, praktis, dan irit. Dengan cara ini, kamu bisa mencari tahu permintaan atau selera konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai penilaian tentang produk yang dijual. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu coba dalam melakukan riset pasar secara online, 1. Melakukan pencarian dengan kata kunci di internet Pencarian dengan menggunakan kata kunci dapat dilakukan di mesin pencari internet atau di beberapa aplikasi jejaring sosial. Mesin pencari utama yang umum dipakai adalah Google atau Bing, sedangkan aplikasi jejaring sosial yang bisa kamu jadikan referensi adalah Facebook, Twitter, juga Instagram. Bukalah mesin pencari lalu ketikkan kata kunci yang terkait dengan produk yang kamu cari. Misalnya, kalau kamu ingin melakukan riset pasar untuk produk makanan sehat, maka kamu bisa memasukkan kata kunci seperti 'makanan sehat favorit' atau 'jenis makanan sehat yang paling digemari'. Opsi menggunakan kata kunci ini bisa juga digabung dengan pencarian di jejaring sosial, karena biasanya pembicaraan atau diskusi yang ada di jejaring sosial akan lebih spesifik. Misalnya kalau kamu mengetikkan kata kunci seperti yang di atas tadi di kolom pencarian Twitter atau Facebook, maka yang muncul adalah komentar-komentar dari para konsumen berkaitan dengan produk tersebut. Hal ini jauh lebih praktis dan efisien untuk memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh para konsumen. 2. Mengadakan survei Survei dilakukan dengan konsep mengajukan beberapa pertanyaan sederhana tentang produk atau jasa yang menjadi bahan riset kamu. Sekarang, survei secara online dianggap lebih efektif dibandingkan survei dengan cara offline atau harus bertemu langsung dengan para respondennya. Dengan melakukan survei secara online kamu bisa mendapatkan respon lebih cepat, minim biaya, dan mudah untuk dilakukan. Survei online ini bisa kamu lakukan menggunakan akun jejaring sosial milik pribadi, akun media sosial milik perusahaan, juga bisa dari web perusahaan. Masukkan beberapa pertanyaan untuk produk atau jasa yang sedang kamu riset untuk dijawab oleh para pengunjung web atau dari lingkar pertemanan media sosial kamu. Yang harus dipastikan adalah penyebarluasan surveinya. Kamu harus bisa memastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang kamu ajukan sudah tepat sasaran. Contohnya, tidak mungkin kan kalau kamu ingin mensurvei tentang produk laundri tapi yang kamu beri pertanyaan adalah remaja rentang usia 13-17 tahun? Dari dua cara di atas, kamu akan bisa mengetahui bagaimana selera konsumen yang ada di pasaran. Korelasinya, jika kamu mengetahui selera konsumen maka otomatis kamu dapat mengidentifikasi peluang untuk bisnismu dan menentukan cara agar bisnis tersebut terus itu, jika kamu menggunakan aplikasi wirausaha seperti majoo, kamu juga bisa menggunakan data konsumenmu yang sudah ada sebagai informasi tambahan.
Membuat kategori WooCommerce adalah hal yang penting. Memiliki toko online yang dikembangkan dengan WooCommerce harus menyediakan kategori produk yang dimiliki. Mengapa demikian? Ini menjadi fitur yang sangat berguna bagi pelanggan atau pengunjung toko online-mu. Dengan begitu mereka tidak akan kesulitan ketika mencari atau sekedar melihat-lihat produk yang tersedia. Untuk mengetahui lebih lanjut cara membuat kategori WooCommerce, kamu bisa lanjut untuk membaca artikel berikut ini. Sumber Envato Knowledge Base WooCommerce WooCommerce adalah sebuah platform toko yang populer, memungkinkan kamu untuk menjual produk dan layanan secara online. Dibangun sebagai plugin untuk WordPress, WooCommerce memberikan fitur lengkap yang diperlukan untuk membuat dan mengelola toko online. WordPress merupakan Content Management System CMS yang sangat ramah pengguna. Untuk membuat WordPress, kamu bisa menggunakan WordPress hosting DomaiNesia. Dengan WooCommerce, kamu dapat dengan mudah mengubah situs web WordPress biasa menjadi toko online yang fungsional seperti toko pada umumnya. Plugin ini memberikan kemampuan untuk menambahkan produk, mengatur stok, mengatur harga, dan menangani proses pembayaran. Selain itu, WooCommerce juga menyediakan berbagai pilihan tema dan pengaturan desain yang memungkinkan kamu untuk menyesuaikan tampilan toko onlinemu sesuai dengan merek dan preferensi bisnis. Salah satu keunggulan WooCommerce adalah kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai metode pembayaran, seperti kartu kredit, transfer bank, dan dompet digital, sehingga kamu dapat menawarkan beragam opsi pembayaran kepada pelangganmu. Selain itu, WooCommerce juga menyediakan berbagai fitur tambahan, seperti pelacakan pesanan, laporan penjualan, dan integrasi dengan pengiriman, yang membantu kamu mengelola operasional toko online dengan lebih efisien. Dengan menggunakan WooCommerce, kamu dapat membangun toko online yang kuat, aman, dan mudah digunakan tanpa harus memiliki pengetahuan teknis yang mendalam. Platform ini telah menjadi pilihan populer bagi bisnis kecil maupun besar yang ingin memanfaatkan potensi e-commerce untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan mereka. Baca juga Tutorial WooCommerce WordPress Indonesia Bagi Pemula Lengkap! Sumber Envato Kategori Kategori merupakan salah satu cara untuk mengelompokkan sesuatu yang sejenis. Toko online tentu akan memiliki banyak barang. Nah, dengan mengelompokan produk sesuai dengan jenisnya, ini akan memudahkan pelanggan dalam mencari barang atau produk. Navigasi yang Lebih Mudah Dengan kategorisasi yang baik, pelanggan dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka cari. Kategori yang terorganisir dengan baik memungkinkan pelanggan untuk menjelajahi katalog produk secara efisien dan menemukan apa yang mereka butuhkan tanpa kesulitan. Hal ini meningkatkan pengalaman pengguna dan membuat mereka lebih cenderung untuk menjelajahi lebih banyak produk di toko onlinemu. Pencarian yang Lebih Cepat Dengan kategorisasi yang baik, pelanggan dapat menggunakan fitur pencarian toko onlinemu dengan lebih efektif. Mereka dapat memfilter pencarian mereka berdasarkan kategori yang relevan dan menyempitkan hasil pencarian mereka secara lebih spesifik. Ini menghemat waktu dan usaha pelanggan dalam menemukan produk yang sesuai dengan preferensi mereka. Promosi dan Penjualan yang Lebih Baik Kategorisasi yang baik memungkinkan kamu untuk dengan mudah menyoroti produk-produk unggulan atau promosi tertentu. Misalnya, kamu dapat membuat kategori “Penawaran Spesial” atau “Produk Terlaris” untuk menyoroti produk-produk yang sedang ditawarkan dengan harga diskon atau produk yang paling diminati oleh pelanggan. Ini membantu meningkatkan visibilitas produk dan mendorong penjualan. Analisis dan Pelaporan yang Lebih Efektif Dengan kategorisasi yang baik, kamu dapat melacak dan menganalisis data penjualan berdasarkan kategori produk. Ini memberikan wawasan yang berharga tentang kinerja dan popularitas setiap kategori, membantu kamu membuat keputusan yang lebih baik dalam strategi pemasaran dan pengembangan produk. Meningkatkan SEO Dengan menerapkan kategorisasi yang tepat, toko onlinemu memiliki potensi lebih besar untuk meningkatkan peringkat pencarian. Dengan mengoptimalkan halaman kategori dengan kata kunci yang relevan dan konten yang berkualitas, kamu dapat meningkatkan visibilitas toko onlinemu di mesin pencari dan menarik lebih banyak trafik organik. Oke, saatnya kamu mengetahui bagaimana membuat kategori WooCommerce. Cara Membuat Kategori WooCommerce Cara membuat kategori WooCommerce yang pertama adalah dengan memastikan bahwa kamu telah menginstal plugin WooCommerce terlebih dahulu. Apabila belum, pergi ke menu Plugin dan cari plugin WooCoomerce kemudian install dan aktifkan. Jika sudah, kamu bisa mulai untuk mengikuti langkah-langkah cara membuat kategori WooCommerce berikut ini Langkah selanjutnya membuat kategori WooCommerce adalah dengan mulai membuat kategori. Kamu bisa menambahkan kategori atau membuah kategori melalui menu product yang ada pada plugin WooCommerce. Temukan menu ini pada bagian sidebar kiri dashboard WordPress seperti pada gambar dibawah ini. Setelah itu pilih Categories. Nah setelah itu maka kamu akan masuk pada tampilan untuk membuat kategori seperti pada gambar dibawah ini. Silahkan isi form sesuai dengan yang kamu kehendaki. Buat nama kategori yang umum dan dimengerti oleh banyak orang. Jika semua bagian telah kamu isi, jangan lupa untuk menyimpannya. Setelah kategori jadi, kamu bisa gunakan kategori ini saat membuat produk baru atau kamu juga bisa mengganti atau mengedit produk yang telah ada dengan kategori baru yang telah kamu buat. Itulah cara membuat kategori WooCommerce. Baca juga 10+ Tips Memilih Nama Toko Online Yang Bagus dan Menarik Tips Membuat Kategori WooCommerce Berikut adalah beberapa tips untuk cara membuat kategori WooCommerce yang efektif 1. Rencanakan Struktur Kategori Mulailah dengan merencanakan struktur kategori yang terorganisir dengan baik sebelum membuatnya di WooCommerce. Pertimbangkan jenis produk yang kamu jual dan kelompokkan mereka dalam kategori yang relevan. Pastikan struktur kategori tersebut mudah dipahami dan intuitif bagi pelanggan. 2. Gunakan Nama Kategori yang Jelas dan Deskriptif Berikan nama kategori yang mencerminkan jenis produk yang terdapat di dalamnya. Pastikan nama kategori tersebut jelas dan deskriptif sehingga pelanggan dapat dengan mudah mengidentifikasi dan memahaminya. Contohnya, jika kamu menjual pakaian, kamu dapat membuat kategori seperti “Atasan”, “Bawahan”, “Outerwear”, dan sebagainya. 3. Buat Subkategori Jika Diperlukan Jika kategori utama memiliki banyak produk yang berbeda, pertimbangkan untuk membuat subkategori untuk memecahnya menjadi kelompok yang lebih spesifik. Misalnya, jika kamu menjual produk kecantikan, kamu dapat memiliki kategori utama “Perawatan Kulit” dan subkategori seperti “Pembersih Wajah”, “Pelembap”, “Masker Wajah”, dan seterusnya. Sumber Envato 4. Pertimbangkan Filter dan Fitur Pencarian Saat membuat kategori, pikirkan tentang filter dan fitur pencarian yang dapat membantu pelanggan mencari produk dengan lebih mudah. Pastikan kategori memiliki atribut dan variabel yang dapat di-filter, seperti ukuran, warna, harga, dan lainnya. Ini memungkinkan pelanggan untuk menyempitkan pencarian mereka sesuai dengan preferensi mereka. 5. Manfaatkan Gambar dan Deskripsi Kategori Tambahkan gambar dan deskripsi yang relevan untuk setiap kategori. Gambar akan memberikan representasi visual tentang jenis produk yang ada di dalamnya, sementara deskripsi akan memberikan informasi tambahan kepada pelanggan. Ini dapat membantu mereka memahami dengan lebih baik isi dari setiap kategori. 6. Perbarui Kategori Secara Teratur Periksa dan perbarui kategori secara berkala. Jika ada perubahan dalam jenis produk yang kamu tawarkan atau tren pasar, sesuaikan kategori yang ada atau tambahkan kategori baru yang sesuai. Pastikan kategori tetap relevan dan mudah dipahami oleh pelanggan. Buat Kategori dan Mudahkan Pelangganmu! Membuat kategori WooCommerce adalah langkah penting dalam membangun pengalaman belanja yang baik bagi pelanggan. Dengan kategorisasi yang baik, pelanggan dapat dengan mudah menavigasi toko onlinemu, menemukan produk yang mereka cari, dan mengeksplorasi lebih banyak pilihan. Sumber Envato Selain itu, kategorisasi yang terorganisir juga membantu dalam promosi dan penjualan produk dengan menyoroti produk unggulan atau promosi spesial. Tidak hanya itu, analisis data penjualan berdasarkan kategori juga memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan strategi pemasaran dan pengembangan produk di masa mendatang. Terakhir, kategorisasi yang baik juga dapat meningkatkan SEO dan visibilitas toko onlinemu di mesin pencarian, membantu menarik lebih banyak pengunjung dan potensial pelanggan. Dengan menerapkan kategorisasi yang tepat, toko online WooCommerce kamu dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih baik, meningkatkan penjualan, dan mencapai kesuksesan dalam dunia e-commerce.
1. Berikut ini yang bukan merupakan alasan kita melayani pelanggan adalah.... A. Proses bisnis sangat terkait erat dengan pelayanan B. Perusahaan ada karena adanya pelanggan C. Layanan adalah faktor pembedaan D. Menutupi kelemahan produk yang dijual E. Memlihara dan mempertahankan pelanggan 2. Customer Care memiliki pengertian.... A. Pelayanan yang sangat baik B. Memenuhi kebutuhan pelanggan C. Menangani keluhan pelanggan D. Penampilan prima E. Mengenalkan produk pada pelanggan 3. Kemampuan menampilkan layanan dengan akurat dan andal adalah pengertian dari.... A. Reliability B. Assurance C. Tanggible D. Emphathy E. Responsivenes 4. Pelanggan yang sedang mencari-cari informasi produk disebut.... A. Pelanggan internal B. Pelanggan eksternal C. Pelanggan kolektif D. Pelanggan perorangan E. Pelanggan komunal 5. Pernyataan yang kurang tepat berkenaan dengan harapan pelanggan adalah... A. Semua pelanggan memiliki harapan untuk mendapatkan pelayanan prima B. Melayani pelanggan secara total termasuk dalam hal-hal yang bersifat pribadi C. Sikap positif pelanggan menunjukkan penghargaan terhadap perusahaan D. Friendly system sangat diharapkan oleh pelanggan E. Kepercayaan pelanggan terhadap produk ditunjukkan dengan sikap positif pelanggan 6. Berikut ini yang bukan merupakan faktor penyebab ketidak puasan pelanggan adalah... A. Ketidaktahuan terhadap manfaat produk B. Sikap pelayanan yang kurang ramah C. Ketidak cocokan harga D. Tempat penjualan kurang nyaman E. Harga diri yang tinggi dari petugas pelayanan 7. Pendekatan prositif terhadap pelanggan dapat dilakukan dengan langkah-langkah.... A. Tidak pilih kasih, simpati dan pembatasan informasi B. Sopan santun, bersahabat, dan membedakan pelanggan C. Pembatasan informasi, bersahabat dan tidak pilih kasih D. Simpati, bersahabat, dan sopan santun E. Membedakan pelanggan, sopan santun dan tidak pilih kasih 8. Berikut ini yang bukan termasuk pelayanan prima berdasarkan sikap adalah.... A. Penampilan serasi B. Berhias dengan kosmetik yang mencolok C. Berpikiran logis D. Menunjukkan sikap menghargai E. Konsisten dalam memberikan pelayanan 9. Prinsip melayani berdasarkan konsep perhatian , meliputi... A. Mendengarkan, mengamati, dan mencurigai, serta mencurahkan perhatian B. Mendengarkan dan memahami, mengamati dan menghargai, seta mencurigai C. Memahami, mencurahkan perhatian, serta mencurigai dengan hari-hati D. Mendengarkan dan memahami, mengamati, serta mencurahkan perhatian E. Mencurigai dengan hati-hati, mendengarkan dan memahami, serta mencurahkan perhatian 10. Berikut ini tidak termasuk prinsip pelayanan Action , yaitu... A. Mencatat kebutuhan dan pesanan B. Menegaskan kembali C. Mengamati dengan hati-hati D. Menyatakan terima kasih E. Mewujudkan kebutuhan 11. Berikut yang tidak termasuk sikap umum dalam pelayanan adalah.... A. Smiling face B. Senyum yang tulus C. Fokus pada wajah pelanggan D. Ekspresi wajah yang menyenangkan E. Selalu menatap mata pelanggan 12. Sikap pelayanan yang baik ditunjukkan dengan .... A. Cukup wajah yang menghad pelanggn ketika duduk B. Tidak menempel di meja ketika berdiri C. Berjabat tangan sambil menatap badan pelanggan D. Berjalan secepat mungkin agar tepat waktu E. Menaruh kedua tangan di atas meja dengan bertumpu pada kedua sikut 13. Contoh sapaan yang baik ketika melayani adalah... A. “Selamat Pagi, Pak !” B. “Selamat Pagi, silahkan ?” C. “Selamat Pagi Pak Asep .” D. “Selamat Pagi Bu Irna, Silahkan duduk !” E. “Silahkan duduk, Pak Asep.” 14. Ungkapan yang tepat diucapkan di akhir pertemuan adalah... A. “Maaf, silahkan.” B. “Terima kasih, Selamat Siang!” C. “Terima kasih, Bu Novva.” D. “Terima kasih, Bu Novva. Senang melayani Ibu. Selamat Siang!” E. “Maaf, Bu Novva. Senang melayani Ibu. Kami tunggu kehadiran Ibu Siang” 15. Sikap yang harus dihindari ketika melayani pelanggan adalah.... A. Mengatur rambut, tersemyum dan memainkan jari B. Mengusap rambut, mencatat, dan mempermaikan pena C. Mengatur kemeja, membersihkan kotoran, dan meluruskan dasi D. Merapikan meja, mengatur rambut, dan mencatat E. Mencatat, menyapa atasan, dan mengatur meja 16. Pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan tuntutan pelanggan mengenai kualitas suatu produk, baik barang maupun jasa dengan sebaik-baiknya disebut.... A. Pelayanan B. Pelayanan Prima C. Service D. Excellent E. Pelayanan yang baik 17. Perhatikan hal dibawah ini ! Attention Action Activity Assurance Attitude Yang merupakan konsep A3 dalam pelayanan prima adalah..... A. 1, 2, dan 3 B. 2, 3, dan 4 C. 1, 2, dan 4 D. 1, 2, dan 5 E. 3, 4, dan 5 18. Pelayanan prima yang diberikan kepada pelanggan menggunakan pendekatan konsep sikap disebut.... A. Attention B. Action C. Atitude D. Attitude E. Assurance 19. Konsep Attention merupakan bentuk pelayanan yang menggunakan pendekatan konsep.... A. Sikap B. Perhatian C. Tindakan D. Kepedulian E. Berpikir positif 20. Melayani pelanggan dengan memperhatikan penampilan yang serasi termasuk pada pendekatan... A. Konsep sikap B. Konsep perhatian C. Konsep Tindakan D. Attention E. Action 21. Cara berbusana atau berpakaian seseorang pelayan atau penjual hendaknya rapi dan bersih. Pernyataan tersebut merupakan tindakan pelayanan pada konsep.... A. Sikap B. Perhatian C. Tindakan D. Kepedulian E. Berpikir positif 22. Berikut ini merupakan hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang pelayan dalam melakukan hubungan dengan pelanggan , kecuali.... A. Melakukan kontak mata langsung disertai senyuman agar menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam melayani kolega dan pelanggan. B. Menghindari ekspresi wajah yang murung dengan mata menatap kebawah C. Melayani pelanggan dengan bersikap apriori D. Menampilkan senyuman manis dengan menghindari bibir yang rapat dan kaku atau digigit sedikit E. Menegakkan posisi wajah atau kepala agar menunjukkan kesiapan dan keseriusan dalam melayani pelanggan 23. Yang bukan merupakan langkah melayani pelanggan dengan berpikir positif adalah.... A. Melayani pelanggan secara terhormat B. Melayani pelanggan dengan bersikap apriori C. Menghindari sikap mencari kesalahan pelanggan D. Melayani pelanggan dengan tidak bersikap apriori E. Menghindari sikap memanfaatkan kesalahan pelanggan 24. Menyapa pelanggan yang baru datang dengan menggunakan tutur bahasa yang baik, sopan, ramah dan sikap yang bersahabat. Termasuk dalam hal.... A. Melayani pelanggan dengan sikap menghargai B. Melayani pelanggan dengan penampilan serasi C. Melayani pelanggan dengan berpikir positif D. Melayani pelanggan secara terhormat. E. Melayani pelanggan dengan bersikap apriori 25. Pelayanan prima berdasarkan konsep perhatian attention mencakup hal-hal pokok dibawah ini, kecuali.... A. Mendengarkan secara sungguh-sungguh kebutuhan pelanggan B. Mengamati dan menghargai perilaku para pelanggan C. Mencurahkan perhatian sewajar nya D. Memahami secara sungguh-sungguh kebutuhan pelanggan E. Mencurahkan perhatian penuh kepada pelanggan
Sudah menjadi keharusan bahwa setiap bisnis membutuhkan konsumen dan pelanggan untuk tetap berjalan dan menguntungkan. Mendapatkan pelanggan yang mau dan mampu membeli produk suatu bisnis adalah salah satu tujuan utama dari berdirinya bisnis tersebut. Sehingga setiap tahapan yang dilakukan dalam menjalankan bisnis akan fokus pada kebutuhan pelanggan. Termasuk dalam menjalankan berbagai strategi pemasaran. Tentu saja semua bentuk dan media pemasaran yang ada adalah cara menarik pelanggan baru. Selain menarik pelanggan baru, Anda juga tidak boleh meninggalkan pelanggan yang sudah mengenal bisnis Anda lebih dahulu. Cara mempertahankan pelanggan lama sama pentingnya dengan mendapatkan yang baru. Jika Anda berpikir bahwa hanya pelanggan setia saja yang menjadi prioritas, maka hal itu salah. Karena pada dasarnya pelanggan setia juga berasal dari pelanggan baru yang mendapatkan pelayanan terbaik dan berkualitas dari suatu bisnis. Untuk itu, simak cara mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankannya versi Qiscus. 1. Membuka pintu sebanyak mungkin Dengan memperbanyak akses informasi produk dan layanan bisnis, Anda akan memperluas peluang lebih banyak orang untuk mengetahui bisnis Anda. Pintu informasi yang saat ini sering digunakan adalah melalui media sosial, seperti Instagram, Facebook, situs web, dan sebagainya. Hal ini juga sering disebut sebagai leads. Meningkatkan leads juga akan meningkatkan konversi. 2. Memaksimalkan berbagai jenis channel marketing Menggunakan banyak channel marketing sekaligus akan memberikan peluang masuknya konsumen dari berbagai kalangan. Namun, menggunakan saja belum cukup. Anda harus memaksimalkan fitur yang dimiliki tiap channel marketing. Terutama fitur-fitur yang dapat membantu strategi pemasaran Anda, seperti Instagram Bisnis, Facebook Messenger, dan sebagainya. 3. Menggunakan strategi pemasaran yang segar dan kreatif Tidak hanya platform yang digunakan, isi postingan juga harus menarik, segar, dan kreatif agar pelanggan tidak bosan dengan cara bisnis Anda menyampaikan pesan. Hal ini berlaku baik untuk postingan secara online maupun penyampaian dengan cara offline. Terutama jika target pasar Anda adalah usia produktif dan generasi milenial. Jika perlu, gunakan strategi influencer marketing untuk konten marketing yang lebih variatif. 4. Meningkatkan brand awareness Semua cara di atas dapat dimasukkan dalam kategori untuk meningkatkan brand awareness. Karena konsep dasar yang dimiliki adalah memberikan edukasi kepada lebih banyak orang mengenai manfaat dan keunggulan produk dan layanan bisnis Anda. Brand awareness menjadi kunci untuk meningkatkan leads yang kemudian dapat diubah menjadi konversi. Dengan kata lain, strategi ini ampuh meningkatkan jumlah pelanggan baru. Sumber Cara mempertahankan pelanggan lama 1. Memberikan pelayanan yang selalu cepat dan tepat Pelanggan yang sudah tertarik dengan produk Anda tentu akan menghubungi Anda melalui berbagai pintu yang sudah disediakan tadi. Pelayanan yang cepat dan tepat, terutama melalui percakapan akan memberikan kepuasan bagi pelanggan. Maka dari itu, peningkatan customer service harus terus dilakukan. Lakukan cara ini dengan bantuan Qiscus, platform multichannel yang dapat membantu bisnis Anda mengelola percakapan dari berbagai aplikasi ke dalam 1 dashboard customer service. 2. Meningkatkan customer experience Tidak hanya customer service, customer experience juga harus diperhatikan untuk membuat pelanggan melakukan repeat order. Artinya, kepuasan pelanggan harus dicapai tidak hanya saat mereka meminta informasi produk, namun juga sesudah melakukan pembelian. Termasuk jangan ragu untuk meminta kritik dan saran, baik melalui survei maupun dengan teknologi CRM seperti yang Qiscus miliki. Dengan begitu, tentu saja mereka akan menerima pesan bahwa pelanggan sangat berarti bagi bisnis Anda. 3. Membuat program loyalitas dan/atau berlangganan Salah satu daya pemikat pelanggan untuk bertahan adalah karena adanya program loyalitas. Program ini akan mendorong pelanggan melakukan pembelian berulang dengan jumlah tertentu untuk mendapatkan keuntungan lain yang menarik. Hal ini juga termasuk dalam usaha meningkatkan customer experience. 4. Membangun hubungan baik dengan pelanggan Menjaga kepuasan pelanggan tidak hanya berhenti sampai produk atau layanan dirasakan oleh pelanggan. Namun Anda juga harus memastikan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan mereka. Anda dapat menawarkan produk atau layanan lain yang bisa jadi sedang dibutuhkan. Tidak harus selalu berupa produk, bahkan Anda juga dapat melibatkan mereka dalam membangun bisnis. Sehingga mereka akan memiliki penilaian bahwa bisnis Anda memperhatikan pelanggannya. 5. Membagikan nilai dan prinsip bisnis kepada mereka Cara lain yang juga bisa Anda terapkan adalah dengan berbagi nilai dan prinsip yang dipegang perusahaan. Pelanggan cenderung akan bertahan dengan bisnis yang memiliki prinsip sama atau satu frekuensi. Selain itu, hubungan saling mendukung juga akan tercipta dengan baik antara bisnis dan pelanggan Anda. Mendapatkan pelanggan baru bisa jadi memang menjadi tantangan yang berat bagi bisnis. Apalagi jika produk yang dimilikinya memulai perjalanannya sebagai produk pertama di Indonesia. Meskipun begitu, mempertahankan pelanggan lama juga memiliki tantangannya sendiri. Terlebih lagi dengan hadirnya kompetitor bagi setiap bisnis yang ada. Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, Qiscus dapat membantu bisnis Anda meningkatkan fitur percakapan dalam media sosial yang Anda gunakan. Ketika media sosial bisnis Anda dikelola dengan baik, tentu saja pelanggan akan berdatangan dan puas dengan pelayanan yang ada. Hubungi kami untuk mulai merasakan banyak manfaat Qiscus.
Daftar Isi 1Pelanggan Potensial dan Cara MendapatkannyaApa Itu Pelanggan Potensial?Ciri-Ciri Pelanggan PotensialCara Tepat Mendapatkan Pelanggan Potensial Bagi perusahaan yang bisa mendapatkan pelanggan potensial menjadi harta karun yang berharga bagi bisnis. Strategi untuk menyusun cara mendapatkan pelanggan potensial pun kerap dilakukan perusahaan untuk bisa memperbanyak penjualan. Dalam menjalani bisnis, terutama bagi kamu yang baru memulainya pasti tidak serta-merta langsung mendapatkan pelanggan potensial. Dibutuhkan proses untuk bisa mendapatkannya. Namun, jika produk atau jasa yang kamu tawarkan benar-benar memiliki kualitas dan pelayanan yang baik, pelanggan potensial menjadi lebih mudah untuk didapatkan. Nah, bagaimana cara mendapatkan pelanggan potensial? Yuk simak cara mendapatkan pelanggan potensial dalam artikel ini sampai selesai. Apa Itu Pelanggan Potensial? Pelanggan potensial merupakan orang atau badan usaha yang berpotensi membeli produk atau menggunakan jasa bisnismu. Pelanggan potensial ini umumnya memiliki keinginan besar untuk mendapatkan produk/jasa bisnis Anda. Namun, adapula pelanggan potensial yang belum bisa segera membeli produk/jasa bisnismu karena faktor keuangan atau lainnya. Tipe-Tipe Pelanggan 1. Pelanggan baru Seperti namanya, pelanggan baru merupakan orang atau badan usaha yang baru membeli atau menggunakan produk/jasa bisnismu. Pelanggan baru ini menjadi pelanggan potensial bisnis yang perlu dijaga agar mereka dapat melakukan pemesanan ulang kembali di bisnis Anda. Tidak hanya itu, bisnismu perlu menjaga komunikasi yang baik dan pastikan pelanggan tidak kecewa dengan produk/jasa maupun pelayanan bisnis. Dengan begitu, dapat meningkatkan potensi pelanggan baru berubah menjadi pelanggan potensial. 2. Pelanggan yang masih ragu Tidak semua orang bisa memutuskan dengan cepat untuk membeli atau menggunakan produk/jasa. Meskipun mereka tertari dengan produk atau jasa yang bisnismu tawarkan, ada tipe pelanggan yang masih memikirkannya berulang kali dan membutuhkan kepastian yang lebih detail. Untuk menghadapi pelanggan yang masih ragu seperti ini, sales bisnismu bisa mencoba melakukan pendekatan dan mencari informasi terkait apa hal yang dibutukan oleh pelanggan tersebut. Setelah mengetahui kebutuhan si pelanggan, sales dapat menawarkan produk atau jasa terkait yang menjadi solusi kebutuhannya. Jelaskan pula informasi keuntungan dan manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan secara detail sehingga mengurangi keraguan pada diri pelanggan untuk memesan produk/jasa bisnismu. 3. Pelanggan pemburu diskon Tipe pelanggan ini biasanya hadir saat terdapat diskon. Si pemburu diskon ini umumnya lebih sulit dipertahankan karena mereka akan mencari tempat yang memiliki nilai jual lebih rendah. Sehingga uang yang dikeluarkan pelanggan menjadi lebih hemat. Namun, tidak selamanya perusahaan terus-menerus melakukan promosi diskon. Oleh sebab itu, untuk mempertahankan pelanggan pemburu diskon ini hanya dengan membuat mereka benar-benar terpikat dan tertarik menggunakan produk atau jasa bisnismu secara berkelanjutan. Memang bukanlah hal yang mudah, namun bukan menjadi hal yang tidak mungkin bisa dimanfaatkan. 4. Pelanggan loyalitas Tipe pelanggan ini menjadi idaman bagi para pebisnis. Pelanggan loyalitas merupakan mereka yang kerap membeli produk/jasa bisnis Anda. Selain itu, mereka juga mendukung dan memberikan tanggapan positif terhadap bisnis Anda. Pelanggan tipe inilah yang perlu bisnismu jaga agar mereka tetap puas terhadap produk/jasa dan pelayanan bisnismu. Ciri-Ciri Pelanggan Potensial 1. Banyak bertanya dan mendengarkan penjelasan dengan cermat Pelanggan potensial umumnya kerap menanyakan berbagai hal untuk meyakinkan dirinya menggunakan produk/jasa bisnismu. Mereka juga menjadi pendengar yang baik saat kamu menjelaskan produk/jasa bisnis. Hal ini dilakukan karena mereka tertarik untuk melakukan pembelian. 2. Memahami produk Pelanggan potensial biasanya memiliki pemahaman produk bisnismu. Mereka sudah mencari informasi terlebih dahulu sebelum menanyakan pertanyaan lebih detail kepada sales bisnis. Atau tidak menutup kemungkinan mereka langsung melakukan pembelian. Karena mereka sudah mengetahui secara jelas apa yang mereka butuhkan dan inginkan. 3. Mempertimbangkan pembelian dengan matang Sebelum melakukan pembelian, pelanggan potensial mempertimbangkan produk/jasa bisnismu dengan matang. Dengan melakukan pertimbangan ini menandakan mereka memiliki ketertarikan untuk menggunakan produk/jasa bisnismu. 4. Cermat melakukan tawar-menawar harga Hampir semua orang saat melakukan pembelian melakukan penawaran harga. Mereka yang melakukan penawaran harga tentulah sudah tertarik untuk menggunakan produk/jasa bisnismu. Hanya keputusan akhirnya berdasarkan harga sesuai atau tidak. Jika penawaran harga sesuai, otomatis pelanggan akan menggunakan produk/jasa Anda. Cara Tepat Mendapatkan Pelanggan Potensial 1. Mengidentifikasi produk Untuk mendapatkan pelanggan potensial, kamu perlu mengidentifikasi produk bisnismu terlebih dahulu. Misalnya, keunggulan, manfaat, penggunaan, hingga target penjualan. Dengan begitu, bisnis bisa menyasarkan target ke pelanggan yang memiliki potensi tinggi melakukan pembelian. 2. Kenali kompetitor bisnis Tidak hanya mengenali produk bisnis. Kamu juga perlu mengenali produk kompetitor lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk dijadikan sebagai perbandingan kelebihan dan kekurangan produkmu dibandingkan yang lainnya. Kamu juga bisa melihat bagaimana cara mereka melakukan promosi dan menargetkan pelanggan. Sehingga kamu bisa menerapkan sistem ATM amati, tiru, modifikasi dalam bisnimu. 3. Membuat promosi penjualan Promosi penjualan ini menjadi salah satu hal untuk mendapatkan pelanggan potensial. Buatlah sebuah promosi sesuai dengan target penjualan bisnismu. Misalnya, untuk target pelanggan yang masih muda bisa menggunakan bahasa dan gaya lebih kasual dan mengikuti tren anak muda saat ini. 4. Gunakan media sosial Manfaatkan media sosial untuk menargetkan pelanggan potensialmu. Saat ini, media sosial kebutuhan hampir tiap orang. Setidaknya, mulai dari remaja hingga dewasa minimal memiliki satu akun media sosial. Oleh sebab itu, penggunaan media sosial menjadi langkah strategis untuk melakukan penjualan. Nah, dalam penggunaan media sosial tentunya akan merepotkan jika staf kamu membuka seluruh akun media sosial secara bersamaan. Atau membagi tim berdasarkan media sosial yang dimiliki akan membuat pembagian tugas tidak merata. Karena bisa jadi di media sosial A, pesan pelanggan lebih banyak dibandingkan media sosial B. Terlebih, ada media sosial yang tidak bisa diakses lebih dari 2 device, misalnya WhatsApp. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu membutuhkan sistem yang dalam mengintegrasikan seluruh media sosial dalam satu halaman dan membagi pesan pelanggan secara merata, seperti sistem Barantum CRM. 5. Mengikuti event/pameran produk Mengikuti kegiatan seperti event atau pameran produk menjadi salah satu cara promosi yang bisa Anda lakukan untuk menjaring pelanggan potensial. Bisnismu bisa mencari event yang sesuai dengan produk dan target pelanggan. Dengan begitu, meningkatkan peluang penjualan bisnis. 6. Evaluasi produk Setelah berbagai hal di atas telah kamu lakukan, saatnya mengevaluasi produk. Kamu bisa melihat bagaimana ketertarikan pelanggan terhadap produkmu. Selain itu, kamu juga bisa melihat tanggapan mereka setelah menggunakan produkmu. Tidak hanya itu, kamu perlu lakukan evaluasi juga pada strategi pemasaran yang telah kamu lakukan. Itulah cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan pelanggan potensial. Dalam mendapatkan pelanggan potensial memang diperlukan memahami produk atau jasa bisnismu. Lalu menargetkan pelanggan yang sesuai dengan yang kamu tawarkan. Untuk mengetahui produk atau jasa mana yang sesuai dengan pelanggan Anda, kini bisa dipermudah dengan sistem CRM, seperti Barantum CRM. Untuk mengetahui penjelasan lebih detail, kamu bisa menanyakannya langsung ke staf Barantum DI SINI. Rekomendasi Artikel Apa Itu Sales Canvassing? Kelebihan dan Kekurangannya 5 Rekomendasi Aplikasi Sales Canvassing Terbaik Sales Canvasser Cara Canvassing Yang Baik dan Benar Tugas Customer Service Yang Harus Dipahami 7 Rekomendasi Aplikasi Sales Lapangan Terbaik Untuk Bisnis
pelanggan yang sedang mencari cari informasi produk disebut